PENGERTIAN, MANFAAT, CARA MEMBUAT DAN CONTOH BUYER PERSONA

𝓱𝓪𝓲 𝓳𝓸𝓾𝓻𝓷𝓪𝓵𝓲𝓼𝓽, apa kabar?. Semoga baik-baik aja ya hehe. kangen ya? makanya balik lagi? okee deh pada blog ini aku bakal membahas tentang apa itu buyer persona, manfaat buyer persona apa saja, cara membuatnya gimana dan bakal dikasi contohnya juga lho! journalist jangan khawatir, disini bakal dikasi informasi paket lengkap ^^

𝐀𝐩𝐚 𝐈𝐭𝐮 𝐁𝐮𝐲𝐞𝐫 𝐏𝐞𝐫𝐬𝐨𝐧𝐚? -

🇧​​🇺​​🇾​​🇪​​🇷​ ​🇵​​🇪​​🇷​​🇸​​🇴​​🇳​​🇦​ adalah representasi semi fiksi dari pelanggan ideal yang diciptakan berdasarkan market research dan data riil tentang pelanggan yang sudah ada. Buyer persona ini dapat menerangkan masalah yang dihadapi pelanggan serta cara mereka mengambil keputusan saat membeli produkmu. 

Adapun tujuan dari pembuatan dari buyer persona ialah membantu Anda untuk fokus pada prospek pelanggan yang memenuhi syarat, memandu pengembangan produk agar sesuai dengan kebutuhan target pelanggan, dan menyelaraskan semua pekerjaan, mulai dari pemasaran, penjualan, hingga pelayanan.

Mengapa Anda Harus Membuat Buyer Persona? -

Membuat buyer persona dapat membuat Anda tetap fokus dalam menangani prioritas pelanggan, dan bukan hanya prioritas Anda sendiri. Selain itu, ini juga dapat membantu Anda untuk membuat keputusan tentang strategi pemasaran sosial atau strategi pemasaran bisnis Anda secara keseluruhan.

Dengan menentukan buyer persona, Anda dapat memenuhi tujuan pelanggan Anda, membangun ikatan nyata, menciptakan loyalitas, dan membangun kepercayaan merek dengan bisnis Anda. Pada akhirnya, buyer persona memberikan banyak manfaat yang dapat meningkatkan strategi pemasaran dan proses penjualan bisnis Anda.

Oleh karena itu, sangat penting bagi Anda untuk mengetahui bagaimana cara membuat buyer persona dan menerapkan informasi yang diperoleh dari persona pelanggan untuk strategi bisnis Anda.

Apa Manfaat Membuat Buyer Persona? -

Berikut manfaat lain dari buyer persona adalah:

  • Memahami target pasar Anda lebih baik.
  • Mengembangkan produk sesuai dengan yang diinginkan oleh target pasar Anda.
  • Membuat penawaran tepat, sehingga mendatangkan lebih banyak pelanggan.
  • Membangun hubungan lebih baik dengan pelanggan untuk jangka panjang.
  • Menyingkronkan nilai brand Anda sesuai dengan kebutuhan pelanggan.
  • Mendapatkan insight yang lebih baik untuk menciptakan strategi pengembangan bisnis yang efektif.

Apa saja Komponen dalam Buyer Persona? -

Sebelum membuat buyer persona, bisnis akan mengumpulkan semua informasi terkait pelanggan. Informasi tersebut berkaitan mengenai data pribadi, prilaku hingga kebiasaan berbelanja.

Berikut adalah beberapa komponen atau informasi yang harus analisis dan tentukan untuk membuat buyer persona:

1. Data Pribadi

Data pribadi bersifat informasi yang pribadi menyangkut pelanggan. Informasi ini diperlukan untuk mengetahui demografis pelanggan secara umum. Untuk mendapatkan informasi ini Anda bisa mengajukan pertanyaan-pertanyaan berikut:

  • Siapa nama pelanggan?
  • Berapa umur mereka?
  • Apa jenis kelaminnya?
  • Apakah sudah bekerja dan dimana mereka bekerja?
  • Berapa penghasilan yang mereka terima dalam sebulan?
  • Bagaimana riwayat pendidikan?
  • Apakah sudah menikah atau berlum?

2. Perilaku

Perilaku merupakan kebiasan yang mereka lakukan. Hal ini bisa berarti hobi atau minat mereka dalam suatu hal. Untuk mendapatkan informasi ini, Anda bisa mengajukan pertanyaan-pertanyaan berikut:

  • Apa hobi pelanggan?
  • Apakah makanan dan minuman yang mereka sukai?
  • Media sosial apa yang mereka gunakan?
  • Apa saja forum online yang mereka ikuti?

3. Kebiasaan Berbelanja

Informasi terkait kebiasaan berbelanja juga dibutuhkan untuk membentuk buyer persona. Kebiasaan yang dimaksud bisa berupa media apa yang mereka gunakan untuk berbelanja, hingga bagaimana alur mereka hingga membuat keputusan membeli.

Untuk mendapatkan informasi tersebut, Anda dapat mengajukan pertanyaan-pertanyaan berikut:

  • Saluran mana yang mereka gunakan untuk berkomunikasi? Apakah melalui telepon, email, atau secara tatap muka?
  • Bagaimana cara ia mengetahui produk perusahaan? Melalui iklan, saran teman, atau melalui internet?
  • Jika melalui internet, bagaimana cara ia menemukan informasi tersebut?
  • Apa cara berbelanja yang lebih disukai? Secara offline di toko, atau online?

Bagaimana Cara Membuat Buyer Persona yang Tepat dan Efektif? -

Berikut ini cara membuat buyer persona yang tepat adalah

1. Melakukan Penelitian Secara Menyeluruh

Langkah pertama membuat buyer persona adalah  melakukan riset secara menyeluruh. Bahkan, jika Anda merasa sudah memiliki pemahaman yang cukup baik tentang siapa sebagian besar pelanggan Anda, ada baiknya untuk mengetahui lebih banyak tentang pelanggan Anda.

Saat melakukan penelitian, Anda bisa mulai dengan mengumpulkan informasi tentang siapa yang akan membeli produk Anda, apa pekerjaan mereka, apa peran mereka di tempat kerja, berapa umurnya, apakah mereka sudah menikah atau belum, seperti apa kehidupannya, dan masih banyak lagi.

Selain itu, Anda juga bisa menggunakan taktik lainnya untuk lebih memahami pelanggan Anda, seperti bertanya kepada karyawan yang menghadapi pelanggan Anda secara langsung, atau berbicara langsung dengan pelanggan Anda.

Lebih lanjut, Anda juga perlu mencari informasi tentang pelanggan seperti apa yang Anda inginkan di masa depan, bagaimana cara kompetitor Anda melihat kesuksesan, dan di mana Anda ingin perusahaan atau bisnis Anda tumbuh.

2. Identifikasi Masalah Pelanggan dan Pain Points

Apakah Anda sudah melakukan penelitian menyeluruh terkait pelanggan Anda? Jika iya, ini saatnya untuk Anda mengidentifikasi masalah yang dihadapi pelanggan Anda.

Pain points merupakan masalah khusus yang dihadapi oleh pelanggan saat ini atau calon pelanggan di pasaran. Poin ini mencakup masalah apapun yang mungkin dialami pelanggan selama customer journey mereka berlangsung.

Apa yang memotivasi pelanggan Anda? Apa yang mengarahkan keputusan mereka? Masalah apa yang coba dipecahkan oleh calon pelanggan Anda? Apa yang menahan mereka dari kesuksesan? Hambatan apa yang mereka hadapi dalam mencapai tujuan mereka?

Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut, Anda bisa bertanya kepada tim penjualan, customer service, atau bahkan melihat review dan komunitas di media sosial, serta melakukan analisis sentimen di media sosial.

3. Menentukan Segmentasi

Untuk membuat segmentasi persona pelanggan, Anda dapat mulai dengan mencari kesamaan dalam tujuan dan tantangan yang Anda temukan dalam penilaian Anda.

Kesamaan ini akan membantu Anda untuk mengelompokkan semua pelanggan potensial ke dalam kumpulan buyer persona yang berbeda. Setelah mengetahui kesamaan, Anda perlu memutuskan berapa banyak persona pembeli yang akan Anda tentukan.

Sebaiknya Anda membuat buyer persona hanya untuk segmen pasar yang paling banyak Anda jual. Dalam hal ini, Anda dapat menambah atau mengubah persona pelanggan saat Anda mempelajari lebih lanjut tentang strategi pemasaran Anda, dan saat Anda mengumpulkan lebih banyak data tentang calon pelanggan Anda.

Namun, apabila Anda tidak yakin harus mulai dari mana, Anda dapat mengelompokkan persona pelanggan Anda dengan dua cara, yaitu berdasarkan industri atau jabatan mereka.

4. Membuat Buyer Persona

Setelah mengumpulkan semua informasi yang dibutuhkan dan menyelesaikan penelitian, kini saatnya untuk Anda membuat buyer persona berdasarkan informasi dan data yang telah Anda peroleh.

Anda bisa mulai membuat buyer persona, dengan memilih satu persona dan mulai menulis informasi tentang persona pelanggan Anda.

Jika Anda masih merasa bingung tentang bagaimana cara untuk mulai membuat buyer persona, Anda bisa mulai dengan menjawab pertanyaan terkait profil atau informasi demografis, seperti siapa pelanggan Anda, berapa umurnya, apa pekerjaannya, di mana mereka tinggal, hobi, dan tujuan karier mereka.

5. Fokus pada Peran, Tujuan, dan Tantangan

Mencantumkan data diri pelanggan dalam buyer persona tidaklah cukup untuk menggambarkan pelanggan Anda. Ini karena Anda harus mencantumkan informasi lain yang relevan untuk tim pemasaran dan penjualan Anda ke depannya. Informasi tersebut terbagi menjadi tiga kategori, yaitu peran, tujuan, dan tantangan.

Dalam kategori peran, Anda perlu membuat gambaran tertulis lengkap tentang siapa buyer persona Anda, apa yang mereka lakukan, dan apa yang mereka inginkan.

Dari informasi tersebut, Anda dapat menarik informasi terkait ‘peran’ mereka. Ini akan relevan dengan jabatan dan peran mereka di tempat kerja, serta peran mereka di rumah.

Selanjutnya Anda perlu memahami tujuan yang diinginkan oleh buyer persona Anda. Misalnya seperti tujuan untuk naik level di perusahaan dan bahkan sebaliknya. Di mana mereka mungkin sudah memasuki usia pensiun dan bertujuan untuk melakukan pekerjaan dengan baik sampai masa pensiun mereka tiba.

Yang terakhir adalah tantangan. Dalam hal ini, Anda harus mengidentifikasi dan memahami pain points dari setiap persona pembeli. Dengan demikian, Anda dapat membantu mereka untuk menghadapi dan menyelesaikan masalah tersebut.

Contoh Buyer Persona -


okay 𝓳𝓸𝓾𝓻𝓷𝓪𝓵𝓲𝓼𝓽, sampai sini dulu ya! terimaaacii ^^



Comments